LISTRIK UPDATE Tak Lagi Malu pada Negara Tetangga, Kelistrikan Pulau Timor...

Tak Lagi Malu pada Negara Tetangga, Kelistrikan Pulau Timor NTT Berani Diadu

-

LISTRIKTODAY – Tahun 2015, kondisi kelistrikan Pulau Timor, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) masih memprihatinkan. Di Atambua, Kabupaten Belu, NTT misalnya, saat itu pasokan listrik di daerah yang tersebut hanya ditopang satu Pembangkit Listrik Tenaga Disel (PLTD) berkapasitas 10 Megawatt. Daerah yang merupakan kawasan perbatasan Indonesia-Timor Leste itu benar-benar kekurangan listrik.

Jumlah itu mungkin cukup untuk melistriki masyarakat Belu yang berkisar 50.000 KK saat itu. Tapi jelas tidak memadai jika ingin mengembangkan industri di sana. Di tahun itu, masyarakat Belu hanya bisa bermimpi untuk mengejar kemajuan di daerah lain. Sebab hanya dengan perindustrianlah percepatan ekonomi dilakukan. Bahkan dalam hal pariwisata sekalipun, harus mendapatkan dukungan industri kepariwisataan.

Satu hal yang membuat masyarakat bertambah prihatin adalah, negara tetangga bernama Timor Leste saat itu siap memasok listrik ke wilayah NTT. Kelistrikan mereka telah lebih baik. Tapi usulan itu ditolak oleh gubernur NTT saat itu. Mungkin karena merasa malu, Indonesia yang demikian besar kalah dengan negara kecil yang baru merdeka.

Mimpi buruk itu telah berakhir. Percepatan pembangunan jaringan kelistrikan di Pulau Timor terus ditingkatkan. Tidak hanya cukup untuk mengembangkan industri, keandalan sistem kelistrikan itu juga semakin meningkat. Baru saja PLN berhasil mengoperasikan empat infrastruktur kelistrikan baru untuk memperkuat sistem kelistrikan di pulau Timor, Provinsi NTT.

Empat infrastruktur kelistrikan baru tersebut yaitu, pertama Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Kupang Peaker berkapasitas 40 megawatt (MW). Kedua Gardu Induk (GI) Kupang Peaker/Panaf 30 mega volt ampere (MVA). Ketiga GI Bolok dengan berkapasitas 60 MVA. Kemudian yang keempat Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV GI Panaf – GI Bolok sepanjang 33 kilometer sirkuit (kms). Ini adalah jaringan trasmisi 150 kV pertama di Pulau Timor.

Setelah selesainya uji komisioning PLTMG Kupang Peaker, hal itu menjadi start pembangit listrik ini siap memasok listrik ke sistem kelistrikan Timor. Jaringannya melalui SUTT 150 kV dari GI Panaf menuju ke GI Bolok. Selesainya pekerjaan berat itu patut disyukuri, menimbang pengerjaannya dilakukan di tengah pandemi Covid-19. PLN bekerja sesuai target yang telah dirancang sebelumnya. Tentunya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Beroperasinya SUTT 150 kV Panaf – Bolok ini adalah simbol kemenangan dari masa lalu yang suram itu. Karena jaringan tersebut meningkatkan pasokan daya dan keandalan sistem kelistrikan di Pulau Timor. Dengan tambahan infrastruktur ini, sistem kelistrikan Timor memiliki daya mampu sebesar 143 MW dengan beban puncak tertinggi sebesar 106 MW.

Bertambahnya pasokan daya listrik itu jelas menjadikan sistem kelistrikan Timor jauh lebih andal dan mampu melayani berbagai kebutuhan listrik. Hal itu jelas akan mendorong tumbuhnya investasi dan meningkatkan rasio elektrifikasi di daerah tersebut. Karena investor tak perlu berhitung rumit ketika ingin mendirikan industri di sana. Menimbang kebutuhan dasar kelistrikannya telah siap.

Hal yang perlu dicatat di sini adalah, pembangunan PLTMG Kupang Peaker, GI Panaf, GI Bolok, dan SUTT 150 kV Panaf – Bolok dilakukan secara paralel. PLTMG Kupang Peaker, GI Panaf, dan GI Bolok dibangun sejak Agustus 2017, sementara SUTT Panaf – Bolok dibangun sejak 2018. Itulah yang membuat jaringan listrik itu rampung dan bisa langsung digunakan sekarang.

Jika melihat masa lalu, wilayah NTT bagian timur ini memiliki catatan yang suram dalam hal kelistrikan. Untungnya dalam beberapa tahun kekurangan itu segera diperbaiki. Sekarang warga NTT, khususnya yang tinggal di pulau Timor tak perlu bersedih hati. Mereka siap menerima masuknya industri yang akan mengangkat kesejahteraan masyarakat dan memutar roda ekonomi dengan lebih cepat.

Kini masyarakat pulau Timor tak perlu merasa malu jika menghadapkan wajah mereka ke wilayah negara tetangga. Karena percepatan pembangunan benar-benar terasa hingga ke perbatasan negara. Soal kelistrikan berani diadu. Negara hadir di sana dan membantu mengangkat harkat bangsa besar bernama Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TERBARU

PLN Wujudkan Asa 2.635 Keluarga Pra Sejahtera di NTT, Papua dan Papua Barat

LISTRIKTODAY - PLN melanjutkan penyaluran donasi dari gelaran PLN Virtual Charity Run and Ride (VCRR) 2020. Kali ini, PLN menyambung...

Bakti PDKB Sulselrabar Hasilkan Penghematan Listrik Senilai Rp373 juta

LISTRIKTODAY - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) melalui kerja keras Tim Khusus Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) PLN UIW...

4 Desa di Sanggau dan Melawi Kini Diterangi Listrik

LISTRIKTODAY - PLN sukses mengaliri listrik di 4 desa di Kabupaten Sanggau dan Kabupaten Melawi. Di Kabupaten Sanggau, ada...

Operasikan GITET 500 kV Pemalang – Batang Extention, PLN Berpotensi Tambah Pemasukan Rp911 Miliar per Tahun

LISTRIKTODAY - Jelang akhir tahun, PLN berhasil mengoperasikan Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) 500 kiloVolt (kV) Pemalang/Batang Extention...

PLN Terangi 5 Distrik di Asmat

LISTRIKTODAY - PLN dan Pemerintah Kabupaten Asmat menjalin kerja sama dalam rangka pengoperasian dan pengelolaan sistem ketenagalistrikan bagi lima...

Tanpa Bersinergi, Sertifikasi Aset Negara Bakal Berlangsung Seabad Lamanya

LISTRIKTODAY - PLN memiliki lebih dari 90.000 persil bidang tanah yang harus dilegalkan dan disertifikasi sebagai aset milik negara...