LISTRIK UPDATE Stop Hoax, Ini Kronologi Tagihan Listrik yang Membengkak 20...

Stop Hoax, Ini Kronologi Tagihan Listrik yang Membengkak 20 Juta

-

Listriktoday – Ramai beredar soal tagihan listrik yang melonjak sampai 20 juta. Fitnah dan hujatan dilayangkan pada PLN. Orang-orang tidak menunggu klarifikasi resmi dari PLN. Mereka beramai-ramai memviralkan sesuatu yang belum jelas duduk perkaranya.

Kejadian itu berawal saat ada netizen bernama Wuryanto curhat di medsos soal tagihan listriknya. Orang ini tidak menceritakan kronologi kejadian secara lengkap. Dari sana muncul framing bahwa PLN keji dan jahat. Faktanya ternyata bertolak belakang. Begini penjelasannya.

Pada akhir tahun 2019, tepatnya pertengan bulan Desember, terjadi proses penggantian kWh meter dan panel 3 phasa di lokasi pelanggan bernama Teguh Wuryanto. Karena kWh meter yang lama sudah usang dan memang harus waktunya diganti, untuk menghindari sesuatu yang tidak diinginkan.

Setelah dilaksanakan penggantian kWh meter dan panel, hasil proses pembacaan kWh meter oleh billman didapati beberapa fakta di lapangan. Ini yang tidak diceritakan Wuryanto sebelumnya kepada publik. Sehingga Wuryanto dianggap sebagai korban dan mendapat pembelaan.

Pada 1 Januari 2020, lokasi bengkel las itu tidak dapat diakses oleh petugas PLN karena tertutup, sehingga tidak didapatkan angka stan meter. Kemudian angka tagihan dikenakan pemakaian rata-rata bulan-bulan sebelumnya.

Selanjutnya pada 1 Februari 2020 terdapat pemakain yang sangat besar, jika dibandingkan hasil baca sebelumnya. Namun petugas tidak bisa menghubungi pelanggan langsung untuk konfirmasi adanya pemakaian listrik yang besar itu. Maka untuk tagihan Februari 2020 belum ditagihkan sesuai hasil baca stan tadi.

Kemudian pada 1 Maret 2020 juga didapati masalah serupa, lokasi tertutup sehingga tidak didapatkan angka stan meter, angka tagihan kembali dikenakan pemakaian rata-rata bulan sebelumnya.

Selanjutnya pada 1 April 2020, tidak ada pembacaan stan meter karena pandemi Covid-19. Petugas pencatat meter tidak diterjunkan ke lapangan untuk menghindari penularan virus Corona. Angka tagihan dikenakan pemakaian rata-rata tiga bulan sebelumnya. Sesuai kebijakan yang diambil oleh PLN pusat.

Kemudian pada 1 Mei 2020 terdapat fakta tentang penggunaan listrik yang sangat besar oleh pelanggan. Setelah melalui proses penyelidikan petugas PLN didapati fakta, bahwa ada proyek pekerjaan oleh pelanggan itu, sehingga pemakaian listriknya lebih besar dari biasanya.

Dari perhitungan angka stan seluruhnya, pada rekening bulan Mei 2020 belum ditagihkan sesuai angka stan lokasi dan hanya ditagihkan rekening sebesar 20 juta. Selanjutnya direncanakan akan cek ke lokasi pelanggan untuk mencari penyebabnya.

Rincian angka stan yang ditagihkan sampai bulan Mei 2020 adalah jumlah LWBP 11800, WBP 1966.66, KVARH 15717. Karena terdapat tagihan yang sangat besar akibat akumulasi bulan-bulan sebelumnya sejak Januari 2020, maka pada tanggal 14 Mei pelanggan datang ke kantor ULP Lawang dan diberikan penjelasan oleh petugas.

PLN memberikan saran kepada pelanggan untuk mengecek instalasi miliknya dan mengecek juga penggunaan kapasitor. Sebenarnya dia juga tahu bahwa jika peralatan bengkelnya dipergunakan secara penuh setiap hari selama sebulan, pemakaian listriknya mencapai 16.560 kwh. Dari sana, petugas dan pelanggan bersama-sama menghitung pemakaian rata-rata pelanggan, dari selisih angka stan yang diperoleh petugas billman.

Wuryanto memahami adanya kurang tagih dan dia menyatakan tagihan tersebut akan dibayar. Namun sebelum itu, dia menginginkan adanya pengecekan ulang oleh petugas. Dengan kesepakatan itu, maka pada tanggal 19 Mei 2020 petugas PLN membantu mengecek instalasi dan kapasitor di lokasi pelanggan. Juga melihat seaara saksama peralatan yang dipergunakan. Hasilnya pelanggan mempunyai kapasitor yang selalu dinyalakan. Itulah kenapa pemakaian kWh dan kvarh pelanggan menjadi besar.

Ternyata sampai pada tanggal 31 Mei 2020 Wuryanto belum juga melunasi tunggakan tagihan bulan Mei 2020. Sebelumnya telah didapati fakta, ketika koordinator billman pada tanggal 31 Maret 2020 datang ke lokasi untuk konfirmasi pembayaran rekening, pelanggan menyatakan akan berhenti menjadi pelanggan PLN dan tidak bersedia melunasi tagihan.

Karena tidak dilakukan pembayaran tagihan dan pelanggan menyatakan akan berhenti jadi pelanggan PLN, maka dilakukanlah penyegelan APP sesuai SOP. Inilah yang kemudian dibuat heboh oleh Wuryanto di media sosial. Padahal dia dengan sadar sudah tahu kondisi sebenarnya.

Kemudian Wuryanto menyatakan akan datang ke kantor PLN Lawang pada hari Selasa, 2 Juni 2020 untuk menyelesaikan permasalahan. Namun sekali lagi tidak dilakukan pembayaran, bahkan dia malah mengajukan penambahan daya prabayar dari daya 1300 VA Ke 5500 VA untuk kWh meter prabayar, di lokasi persil yang sama.

Dengan adanya pernyataan pelanggan untuk berhenti berlangganan dan tidak bersedia membayar tagihan, maka rekening Juni 2020 dikenakan sebesar Rekening Minimum dengan angka stan berjalan, untuk meminimalkan tunggakan yang lebih besar.

Selanjutnya pada tanggal 9 Juni 2020, Manajer ULP Lawang datang ke lokasi pelanggan untuk melakukan pengecekan kWh meter dan mengkonfimasi tagihan rekening dan keluhan pelanggan. Pelanggan menyatakan akan datang ke ULP Lawang untuk menyelesaikan pengaduan pada Rabu, 10 Juni 2020.

Kronologi inilah yang sebenarnya terjadi. Semua orang menyalahkan PLN. Padahal ada fakta di lapangan yang sengaja tidak diceritakan oleh yang bersangkutan. Cara seperti Wuryanto ini tidak benar. Karena berpotensi melakukan provokasi dan mencemarkan nama PLN. Untungnya akhirnya Wuryanto menerima dan menyadari perbuatannya. Tapi efek buruk di medsos sudah terlanjur menjalar. Fitnah buruk ke PLN terus saja disebarkan orang-orang tak bertanggung jawab.

Bayu Geni

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TERBARU

PLN Wujudkan Asa 2.635 Keluarga Pra Sejahtera di NTT, Papua dan Papua Barat

LISTRIKTODAY - PLN melanjutkan penyaluran donasi dari gelaran PLN Virtual Charity Run and Ride (VCRR) 2020. Kali ini, PLN menyambung...

Bakti PDKB Sulselrabar Hasilkan Penghematan Listrik Senilai Rp373 juta

LISTRIKTODAY - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) melalui kerja keras Tim Khusus Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) PLN UIW...

4 Desa di Sanggau dan Melawi Kini Diterangi Listrik

LISTRIKTODAY - PLN sukses mengaliri listrik di 4 desa di Kabupaten Sanggau dan Kabupaten Melawi. Di Kabupaten Sanggau, ada...

Operasikan GITET 500 kV Pemalang – Batang Extention, PLN Berpotensi Tambah Pemasukan Rp911 Miliar per Tahun

LISTRIKTODAY - Jelang akhir tahun, PLN berhasil mengoperasikan Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) 500 kiloVolt (kV) Pemalang/Batang Extention...

PLN Terangi 5 Distrik di Asmat

LISTRIKTODAY - PLN dan Pemerintah Kabupaten Asmat menjalin kerja sama dalam rangka pengoperasian dan pengelolaan sistem ketenagalistrikan bagi lima...

Tanpa Bersinergi, Sertifikasi Aset Negara Bakal Berlangsung Seabad Lamanya

LISTRIKTODAY - PLN memiliki lebih dari 90.000 persil bidang tanah yang harus dilegalkan dan disertifikasi sebagai aset milik negara...